SMP Negeri 39 Purworejo Gelar Workshop di Kulon Progo
Tingkatkan Kualitas Layanan Pendidikan, SMP Negeri 39 Purworejo Gelar Workshop Peningkatan Kompetensi PTK di Gumilir Tea
KULON PROGO – Dalam rangka membekali para pendidik dan tenaga kependidikan agar senantiasa relevan dengan perkembangan dunia pendidikan, SMP Negeri 39 Purworejo menggelar kegiatan Workshop Peningkatan Kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK). Acara strategis ini dilaksanakan pada hari Senin, 15 Juni 2026, bertempat di kawasan asri Gumilir Tea, Dusun Tegalsari, Desa Purwosari, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo. Dimulai tepat pukul 08.00 hingga 12.15 WIB, kegiatan ini diikuti oleh seluruh guru dan staf karyawan dengan penuh antusias.
Rangkaian acara diawali dengan pembukaan formal yang khidmat, dilanjutkan dengan doa pengantar bersama demi kelancaran kegiatan. Guna membangkitkan semangat nasionalisme dan rasa cinta daerah, seluruh peserta yang hadir bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang disusul dengan Mars Purworejo. Suasana religius dan nasionalis yang terbangun di awal sesi ini menjadi fondasi semangat bagi seluruh civitas akademika SMP Negeri 39 Purworejo untuk mengikuti jalannya workshop.
Kepala SMP Negeri 39 Purworejo, F. Sugeng Subagyo, S.Pd., M.Si., dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi atas kehadiran dan komitmen seluruh peserta. Beliau menegaskan bahwa workshop kali ini mengusung topik yang sangat mendalam, yaitu “Berdaya dan Berkomitmen untuk Sekolah Bermakna”. Melalui topik ini, beliau berharap seluruh pendidik tidak hanya sekadar menjalankan tugas mengajar, tetapi mampu memberikan makna mendalam di setiap proses pembelajaran sehingga sekolah benar-benar menjadi tempat bertumbuhnya karakter siswa.
Hadir sebagai pemateri utama, Pengawas Dabin, Bapak Drs. Sunaryo, M.Pd., menyampaikan paparan komprehensif mengenai urgensi peningkatan kompetensi di era modern. Beliau menekankan pentingnya menjadi “guru totalitas”—seorang pendidik yang mengajar dengan hati dan mendedikasikan energinya secara utuh untuk perkembangan anak didik. Selain itu, aspek pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang solid serta penguatan kerja sama antar-pendidik (kolaborasi) juga menjadi sorotan utama demi menciptakan ekosistem sekolah yang harmonis dan suportif.
Tidak hanya menyentuh aspek motivasi, Bapak Drs. Sunaryo, M.Pd. juga mengupas tuntas landasan regulasi terbaru yang berlaku dalam dunia pendidikan formal. Dalam paparannya, beliau menyampaikan dan membedah Standar Kompetensi Lulusan (SKL) berdasarkan Permendikdasmen No. 10 Tahun 2025, serta Standar Proses Permendikdasmen No. 1 Tahun 2026. Penjelasan ini memberikan arah yang jelas bagi para guru dalam menyusun strategi pembelajaran yang legal-formal dan sesuai dengan arah kebijakan nasional terbaru.
Salah satu poin krusial yang dibahas dalam workshop ini adalah pergeseran paradigma asesmen, di mana Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP) kini harus difokuskan pada akhir Project-Based Learning (PjBL). Melalui pendekatan berbasis proyek ini, para pendidik diarahkan untuk menyiapkan anak didik agar memiliki kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah (problem solving). Dengan demikian, lulusan SMP Negeri 39 Purworejo diharapkan siap dan tangguh dalam menghadapi berbagai problematika nyata di kehidupan bermasyarakat.
Acara kemudian ditutup pada pukul 12.15 WIB dengan sesi refleksi bersama dan doa penutup. Melalui penyelenggaraan workshop di lingkungan alam yang menyegarkan seperti Gumilir Tea ini, diharapkan seluruh pendidik dan tenaga kependidikan SMP Negeri 39 Purworejo kembali ke sekolah dengan semangat baru yang segar, makin berdaya, berkomitmen penuh, dan siap mewujudkan “Sekolah Bermakna” bagi seluruh peserta didik.
